Tips Mengelola Tenaga Kerja Outsourcing Secara Lebih Efektif


Penggunaan tenaga alih daya (outsourcing) sudah menjadi tren dunia usaha dalam satu dekade terakhir. Tren tersebut terus meningkat dibuktikan dengan terus meningkatnya permintaan tenaga outsourcing setiap tahunnya.

Salah satu alasan yang menyebabkan meningkatnya permintaan tersebut, ternyata penggunaan tenaga outsourcing dapat mengurangi beban head account perusahaan, sehingga berdampak langsung pada berkurangnya beban labor cost yang harus ditanggung oleh pengusaha.

Namun bukan berarti penggunaan tenaga outsourcing tersebut tidak menyisakan masalah. Berdasarkan praktik yang berjalan, masalah yang seringkali muncul terkait dengan bonafiditas perusahaan penyedia tenaga kerja outsourcing dan kurang optimalnya kinerja tenaga outsourcing itu sendiri. Lalu bagaimana caranya menghindari masalah tersebut?

Berikut ini penjelasan beberapa langkah yang dapat diambil agar penggunaan tenaga outsourcing bisa berjalan secara efektif.

1.      Menyusun Terlebih Dahulu Bisnis Proses

Secara sederhana, bisnis proses dapat diartikan sebagai rangkaian proses yang menjelaskan bagaimana suatu bisnis perusahaan dijalankan. Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 19 Tahun 2012 tentang Syarat-syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain (“Permenakertrans No. 19/2012”), maka penyusunan bisnis proses tersebut menjadi keharusan bagi perusahaan yang akan mempergunakan jasa tenaga kerja Outsourcing. Meski mekanisme penyusunannya dapat melalui asosiasi dimana perusahaan tersebut bernaung.

Tujuan utama dari penyusunan bisnis proses ini adalah agar dapat diketahui fungsi/bagian mana saja dari organisasi perusahaan tersebut yang masuk dalam kategori Core Bussines dan Non-core Bussines sehingga dapat diketahui fungsi mana saja yang boleh mempergunakan jasa tenaga Outsourcing dan fungsi mana yang tidak boleh.

2.      Menyusun Sistem Pengadaan Tenaga Kerja Outsourcing Secara Efisien

Idealnya, untuk merekrut tenaga alih daya mekanisme rekruitmennya seharusnya dipersamakan dengan tenaga kerja reguler. Namun oleh karena dalam proses pemilihan tersebut, tenaga outsourcing sama sekali tidak terlibat karena hubungannya adalah antara perusahaan pengguna (user) dengan perusahaan penyedia jasa tenaga outsourcing (vendor), maka tentu harus ada mekanisme yang tepat untuk menyeleksi vendor tersebut.

Saat ini, mekanisme yang lazim dipergunakan untuk menyeleksi vendor adalah melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa (tender/procurement). Hanya saja yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana mendesain sistem pengadaan tersebut secara lebih efisien agar diperoleh vendor yang berkualitas, misalnya melalui e-procurement atau melalui mekanisme tender biasa dengan penerapan aturan main yang transparan dan akuntabel.

Khusus untuk pengadaan vendor tenaga outsourcing (Perusahaan penyedia tenaga outsourcing), maka harus pula dimasukkan persyaratan mengenai kewajiban pemenuhan hak-hak pekerja outsourcing dari perusahaan vendor sebelumnya dalam Rencana Kerja Sementara (RKS) atau dalam dokumen anjwising.

3.      Perjanjian kerja sama penggunaan tenaga outsourcing sebagai sarana pengawasan

Seringkali dijumpai keluhan dari perusahaan pengguna tenaga outsourcing (user) bahwa mereka harus turut terlibat dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan antara perusahaan vendor dengan tenaga outsourcing-nya. Padahal seharusnya dapat diselesaikan antara perusahaan vendor dengan pekerja outsourcing tersebut. Sejatinya,tujuan user mempergunakan tenaga outsourcing adalah untuk menghindari keterlibatan dalam mengurusi hal-hal seperti itu.

Untuk menghindari masalah tersebut, maka hak dan kewajiban antara user dan vendor harus diatur secara tegas dalam perjanjian kerja sama penggunaan tenaga outsourcing. Oleh karena melalui perjanjian kerja sama tersebut user dapat melakukan fungsi pengawasan baik terhadap perusahaan vendor maupun tenaga outsourcing-nya.

Bentuk pengawasan tersebut dapat berupa pemberian sanksi terhadap vendor apabila tidak melaksanakan syarat dan ketentuan dalam perjanjian kerja sama tersebut. Dari sanksi yang paling ringan sampai dengan sanksi terberat berupa pemutusan hubungan kerja sama.

Dengan demikian menjadi sangat penting untuk menyusun suatu perjanjian kerja sama penggunaan tenaga outsourcing yang baik sesuai dengan kebutuhan bisnis perusahaan user dan melindungi kepentingan para pihak dalam kerja sama tersebut.

4.       Memilih forum penyelesaian sengketa secara tepat

Patut untuk dipahami bahwa perjanjian kerja sama penggunaan tenaga outsourcing antara perusahaan user dengan perusahaan vendor tenaga outsourcing merupakan perjanjian perdata biasa yang tunduk pada ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata), maka dalam menyusun perjanjian tersebut, perlu untuk memperhatikan pilihan forum penyelesaian sengketa apabila terjadi sengketa diantara pihak dalam perjanjian tersebut.

Sebagai user, tentu dalam menyusun perjanjian kerja sama tenaga outsourcing, tidak hanya perlu menghitung dan mengalkulasi secara matang berapa besaran biaya yang harus dibayarkan kepada perusahaan vendor. Tetapi juga harus menghitung biaya-biaya yang tidak terduga termasuk jika harus menghadapi sengketa hukum.

Oleh karena itu, memilih forum penyelesaian yang tepat akan dapat meminimalisasi biaya-biaya yang harus ditanggung jika sengketa hukum tidak dapat dihindari. Anda dapat mengkonsultasikan mengenai pemilihan forum penyelesaian sengketa dalam perjanjian kerja sama tenaga outsourcing ini dengan konsultan hukum yang berkompeten di bidangnya.

About bagaskara

seorang Compliance Officer sebuah Bank yang sedang belajar Legal Banking
This entry was posted in Tak Berkategori. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s